NEWS UPDATE
Rabu 13 Maret 2019 | 08:00 WIB
Tips Aman Berkendaraan bagi yang Lanjut Usia


Ketika mengemudi, tiap orang harus memiliki kondisi fisik prima dan konsentrasi yang tinggi. Pasalnya, dua hal tersebut akan berdampak pada kenyamanan, kesigapan, serta keselamatan selama berkendaraan. Selain itu, faktor usia juga wajib diperhatikan—mengingat kemampuan antara muda dewasa dengan lanjut usia berbeda.

Perlu Anda ketahui, pada tahun 2014 silam, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, pada tahun 2014 silam lebih dari 5.700 orang tua meninggal akibat cedera kecelakaan. Data ini mengindikasikan, risiko berkendaraan bagi yang lanjut usia cenderung tinggi jika dibandingkan kelompok muda dewasa.

Jadi, Bolehkah yang Lanjut Usia Mengemudikan Kendaraan?


insurancejournal.com

 

Meskipun belum ada uji kompetensi efektif yang menentukan izin mengemudi bagi lanjut usia, dokter bisa menetapkan kapasitasnya secara medis. Semisal, dari sisi fungsional fisik, lanjut usia pasti menua. Artinya, ada penurunan fungsi indera tertentu, seperti penglihatan dan kognitif.

Namun, kondisi tersebut tidak terjadi pada semua orang lanjut usia. Beberapa dari mereka justru masih kuat secara fisik; kemampuan indera normal dan bisa mengemudi dengan baik. Karena itu, ada negara yang mengizinkan para lanjut usia menyetir kendaraan maupun motor sampai sebelum umur 70 tahun.

Tips Aman Berkendaraan bagi yang Lanjut Usia


thecarconnection.com

 

Kesimpulannya, kalau fisik orang lanjut usia masih sehat dan normal, mengemudi kendaraan sendiri tidak menjadi masalah. Namun, tetap harus memperhatikan hal-hal berikut ini saat berkendaraan.

Pastikan Tubuh dalam Kondisi Fit

Menurunnya kemampuan motorik saat lanjut usia, tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, orang lanjut usia mesti mengecek kondisi fisiknya sebelum berkendara.

Pastikan, respons pikiran dan tubuh masih normal, penglihatan tajam, serta koordinasi gerak belum melambat. Perhatikan juga kesehatan pendengaran; orang lanjut usia yang menggunakan alat bantu dengar sebaiknya tidak menyetir sendirian.

Terakhir, cek kesehatan kaki sebelum mengemudi. Kondisinya harus kuat dan normal. Ketika orang lanjut usia merasa nyeri di kaki, jangan paksakan diri untuk berkendara sendiri.

Bawa Dokumen Berkendara

Tidak pernah ada yang mampu memprediksi situasi jalan raya; berbagai hal negatif maupun positif bisa saja terjadi. Itu sebabnya, orang lanjut usia harus mengantisipasi dengan membawa dokumen lengkap selama berkendara.

Dokumen tersebut meliputi, kartu identitas diri, Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain itu, pengemudi lanjut usia juga perlu menyimpan daftar nomor darurat di mobil. Misalnya, nomor kepolisian, keluarga terdekat, dan perusahaan asuransi.

Pengemudi Lanjut Usia Harus Ada Pendampingnya

Anda masih mencemaskan orang lanjut usia yang mengemudi mobil seorang diri? Kalau iya, coba temani dirinya selama berkendara. Duduklah di sisi pengemudi sambil memperhatikan kemampuannya dalam menyetir.

Jika Anda melihat indikasi negatif dari cara ia berkendara, segera gantikan posisinya. Semisal, si orang tua mulai kesulitan saat menekan pedal gas dan rem, tawarkan diri Anda untuk menyetir demi keselamatannya.

Cek Kemampuan Lansia dalam Mengemudi

Untuk mengecek kemampuan lanjut usia dalam mengemudi, coba lakukan tes ulang. Atur jadwal rutin berkendara supaya ia tetap mahir menyetir mobil.

Anda harus memastikan, gerak refleks orang lanjut usia masih normal. Responsnya dalam menghadapi kondisi darurat harus diupayakan tetap stabil. Begitu juga prediksinya saat berpapasan dengan kendaraan lain; pastikan akurat dan tepat.

 

Itulah tips-tips berkendaraan bagi yang lanjut usia supaya tetap aman dan nyaman. Selain memperhatikan teknik berkendara, tidak ada salahnya Anda membuatkan Asuransi Kendaraan Bermotor dari ACA untuk kendaraan orang tua yang sudah lanjut usia. Asuransi ini menjadi proteksi atas kehilangan, kerugian, dan kerusakan kendaraan bermotor.

 

(vea)