NEWS UPDATE
Rabu 07 Februari 2018 | 08:00 WIB
Mengenang Toyota Kijang, Mobil Andalan Sejuta Umat



wikimedia.org
 

Ketika purwarupa Toyota Kijang dipamerkan pada acara Jakarta Fair 1975, tidak ada yang menduga kesuksesan mobil ini. Bermula pada tahun 1971, ketika Jepang mengizinkan PT Astra International Inc. untuk mendistribusikan produk Toyota di Tanah Air. Enam tahun kemudian, mobil ini membanjiri jalanan Indonesia dan menyaingi produk-produk lain di kelasnya.

Produk ini pertama kali beredar di Filipina pada Desember 1976 dengan nama Tamaraw. Astra baru meluncurkannya di pasar Indonesia beberapa bulan kemudian, dengan nama Toyota Kijang. Nama ini sebenarnya merupakan akronim dari Kerjasama Indonesia-Jepang.

 


3.bp.blogspot.com
 

KF-10 adalah generasi pertama Kijang, yaitu sebuah mobil pickup dengan bodi ‘kotak-kotak’. Biasa disebut dengan Kijang Buaya atau Kijang Bajul karena kap mesinnya yang menganga seperti mulut buaya saat terbuka. Kijang Bajul menggunakan mesin 3K dengan 1200 cc, dan 4 transmisi.


kijangku.web.id
 

Tahun 1981 menandai berakhirnya masa Kijang Bajul. Tergantikan oleh model KF-20, atau sering disebut Kijang Doyok, yang mengalami perubahan tampilan. Tanpa bak dan benar-benar menjadi mobil penumpang. Juga dengan peningkatan dapur pacu menggunakan mesin 4K 1300 cc dan 5K 1400 cc. Produk ini meraih kesuksesan selama 5 tahun masa produksinya, penjualan mencapai 100 ribu unit pada tahun 1985.

Toyota kembali melakukan penyempurnaan pada seri terbaru. Generasi ketiga ini meraih kesuksesan lebih besar daripada pendahulunya.  Standard Kijang (KF-40, short wheelbase) dan Super Kijang (KF-50, long wheelbase), masing-masing dengan 4 dan 5 transmisi kecepatan. Perombakan besar terjadi di sektor tampilan, memakai konsep Full Pressed Body MPV dengan desain interior baru.

Selama 10 tahun masa produksi, Kijang generasi ketiga mengalami 2 kali facelift. Pertama pada tahun 1992, dengan penambahan pintu belakang. Dilanjutkan pada 1994 lewat pembaruan grille, velg, setir, tachometer, dan mesin terbaru 1,8 L 7K-C OHV yang lebih bertenaga. Pada tahun 1995 Toyota meluncurkan Kijang Grand Extra dan Jantan edisi spesial yang dibanderol mahal seharga Rp 100 juta-an.

Awal 1997 menjadi tahun kelahiran generasi keempat Toyota Kijang. Kembali dengan perubahan desain yang lebih aerodinamis dan modern. Lebih besar, lebih luas, dan lebih kuat dari pendahulunya.


wikimedia.org

Tipe KF-70 dan KF-80, atau lebih dikenal dengan Kijang Kapsul dirilis dalam beberapa varian. Pada versi Kijang ini, Toyota memberikan pilihan transmisi otomatis dan mesin diesel menggunakan platform Toyota Hilux. Tidak disangka, ternyata varian diesel ini banyak diminati pasar Indonesia. Tentunya karena mesin ini mampu menghemat bahan bakar hingga 14 km per liter.

Kiprah Toyota, dan Toyota Kijang di Indonesia tidak berhenti sampai di sini. Akhir 2004 pabrikan ini meluncurkan Avanza. Nantinya, produk ini meraih sukses besar, bersanding dengan Kijang sebagai mobil andalan sejuta umat.

Namun sebelumnya, Toyota terlebih dulu merilis Kijang teranyar dengan nama Innova. Konsepnya benar-benar baru, kali ini dengan mesin lebih bertenaga, serta desain interior dan eksterior yang lebih mewah. Kemudian dilanjutkan oleh generasi keenam, yakni All New Innova (2015), yang lagi-lagi menggebrak pasar otomotif nasional.

Kelahiran kembali sang mobil legendaris ini menandai tahta Toyota di dunia otomotif Indonesia yang tidak tergoyahkan. Angka penjualannya cukup fantastis, lebih dari 50.000 unit pada periode tahun 2017 saja. Jumlah ini menambah keseluruhan angka penjualan Toyota Kijang yang mencapai 1,75 unit sejak generasi awal. Hingga kini, mobil keluarga ini telah berusia 40 tahun. Dan sepertinya Toyota Kijang masih akan terus mendominasi segmen ini.

Pemilik Toyota Kijang kini tidak perlu bingung kala terjadi musibah. Memilih produk asuransi ACA adalah pilihan tepat. Jaminan ganti rugi tersedia untuk kehilangan dan kerusakan kendaraan. Baik pada bagian-bagian tertentu maupun keseluruhan.

(ovn)