NEWS UPDATE
Senin 26 Agustus 2019 | 14:15 WIB
Jangan Sepelekan Kerikil di Ban


Batu kerikil yang menempel di tapak ban bisa membahayakan. Berhati hatilah, keselamatan anda dan orang lain di jalan, tergantung juga kepada ban mobil, bahkan batu kerikil sekalipun. Mengapa? Karena sekali ban pecah, keseimbangan dan kontrol kendaraan akan sangat terganggu, dan potensial sekali menyebabkan kecelakaan, apalagi bila di jalan bebas hambatan(tol). Sehebat dan sebaru apapun mobil anda, bukan jaminan keselamatan bila ban mobil kondisinya kurang baik atau buruk.

Coba lihat data statistik dari Jasa Marga di tahun 2004 hingga 2006, yang mengatakan bahwa sedikitnya telah terjadi 87.020 kasus kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya. Sebanyak 22.717 kasus diantaranya melibatkan kecelakaan mobil. Dan ternyata sekitar 18%-23% -nya disebabkan karena terjadi pecah ban. Maka, hampir sebanyak 5.000 kasus kecelakaan selama periode 2 tahun tersebut terjadi akibat pecahnya ban kendaraan. Tragis bukan?

Mengapa ban bisa pecah? Ini pertanyaan yang menarik. Pertama, mari kita lihat apa saja tugas berat dari sebuah ban mobil itu. Tugas utamanya memang membantu pergerakan mobil sehingga bisa berjalan. Tetapi tahukah anda, dia memikul pekerjaan tambahan, yakni membantu menahan bodi mobil, membantu suspensi. Dia juga meredam tekanan atau guncangan. Kerjanya kian berat khususnya ketika mobil berjalan di atas jalan yang tidak mulus apalagi berlubang. Ban juga meneruskan tenaga dari mesin dan menentukan keseimbangan mobil saat bergerak. Banyak bukan?

kondisi ban mobil

Dengan melihat mengapa ban bisa pecah, bisa jadi karena faktor usia, menyebabkan ban jadi botak (tak ada kembangannya). Ban seperti ini mau tak mau harus ‘pensiun’. Jika dipaksakan, bisa saja kempes atau pecah, dan menyebabkan kecelakaan. Apa saja penyebab ban pecah itu?

Jalan yang tidak mulus dan ban membentur lubang
Ini terkait dengan fungsi ban sebagai peredam tekanan. Bila menghantam lubang yang cukup besar, apalagi dalam kecepatan tinggi, ban mengalami tekanan pada dinding dan telapaknya, yang kemudian dapat saja memutuskan kawat baja

Kurangnya tekanan angin
Tak masalah bila tekanan angin berlebih. Walau ada tambahan tekanan hingga 10 psi, tak akan sanggup membuat ban menjadi pecah.Yang parah adalah bila kurang angin, apalagi bila melaju di jalan tol. Penyebabnya? Karena kawat baja dalam ban yang putus karena adanya gerakan dinding yang kuat lantaran ban kekurangan tekanan angin.

Ban yang sudah botak atau tipis
Ini mudah ditandai dengan habisnya pola kembangan (tapak) yang ada di permukaan ban. Penulis pernah mengalami ini ketika suatu kali memakai ban cadangan yang dibeli dari penjual ban bekas di pinggir jalan. Sedang digunakan dalam kecepatan rendah saja, ban itu meletus dan malah robek ditengah. Ternyata ini adalah ban yang divulkanisir(diserut untuk membuat alur kembang), yang membuat ban menipis. Hati hati bila membeli ban di pinggir jalan.

Batu batu kecil yang menempel di kembang atau tapak ban
Inilah makna di kalimat awal artikel ini tadi. Jangan sepelekan batu batu kecil atau kerikil yang menempel atau terjebak di tapak ban. Sekilas memang tak terlihat berbahaya, tetapi bisa saja ini menjadi sumber bencana, apalagi bila ban punya pola halus atau rapat. Mengapa? Menurut para pembuat ban, Pola kembang pada ban dirancang untuk membuang air pada bagian tengah ban sehingga daya cengkeram ban di jalan basah akan meningkat. Kerikil ini bisa saja lama kelamaan melukai ban dan membuat korosi timbul pada serat baja di dalam ban.

Nah, sebelum bepergian jauh, atau lewat jalan bebas hambatan, tak ada salahnya melihat kondisi ban, khususnya apakah ban anda mengalami salah satu dari beberapa hal di atas. Jangan segan untuk segera mengganti ban bila memang sudah kurang layak pakai, sebelum nyawa menjadi taruhannya. Gunakan ban tubeless, karena bila terkena paku, rata rata tidak langsung pecah. Tetapi, saat ditambal, lihatlah, teknik tambal ban model tusuk atau string tubeless yang mensyaratkan memperbesar lubang bocor bisa menyebabkan serat baja pada konstruksi di dalam ban terputus.

Segera juga ikutkan kendaraan anda dalam asuransi ACA Otomate. Ini untuk melindungi kendaraan anda jika mengalami kerusakan saat digunakan berkendara dengan aneka penyebab, misalnya kecelakaan karena ban pecah.

Otomate dikemas khusus dalam bentuk paket dan disertai dengan fasilitas layanan istimewa yang berbeda dibandingkan dengan produk dari asuransi lain yaitu fitur mobil pengganti. Untuk fasilitas New for Old, layanan ini diberikan apabila terjadi kehilangan atau kerusakan total akibat kecelakaan untuk kendaraan baru yang berusia kurang atau sama dengan 6 (enam) bulan, maksimal 12 (dua belas) bulan*, terhitung sejak tanggal pembelian kendaraan. Ganti rugi yang diberikan adalah sesuai harga baru kendaraan pada saat terjadinya kerugian.

Untuk informasi lebih lanjut segera hubungi call center ACA di 021 31 999 100. Atau klik www.aca.co.id

 

(Gt)