INFO ASURANSI
Selasa 24 Juli 2018 | 08:00 WIB
Panduan Memilih Warna untuk Mengecat Kamar Anak


Memilih warna untuk kamar anak ternyata bukan hanya soal keindahan atau kesan ceria. Tergantung sifat dan kepribadian anak Anda, warna tertentu dapat membuatnya merasa rileks atau malah terlalu bersemangat sehingga sulit beristirahat. Anda juga harus mempertimbangkan usia anak, terutama jika kamar tersebut akan ditempatinya hingga mencapai usia remaja dan bahkan dewasa.

 

Berikut tips memilih warna kamar anak agar tidak menyesal di kemudian hari.

 

Menentukan Kombinasi Warna


sumber :wanita.me

 

Warna dasar akan menjadi “latar belakang visual” pada keseluruhan desain kamar anak Anda. Warna netral atau “sejuk” seperti putih, abu-abu muda, atau biru pucat adalah kanvas yang bagus untuk menambahkan dekorasi serta warna-warna aksen yang cerah.

 

Jika sudah mendapatkan warna dasar, Anda bisa mulai berkreasi dengan warna-warna cerah. Kuning, jingga, merah muda, ungu, atau biru cerah adalah pilihan yang bagus untuk aksen. Anda bisa menggunakannya sebagai corak atau pola, misalnya untuk membuat mural atau pembatas dinding serta langit-langit.

 

Agar warna-warna aksen yang cerah ini semakin menonjol, Anda bisa menambahkan aksesori seperti lampu, hiasan dinding, karpet, dan tirai yang mengandung skema warna tersebut. Jika ingin menambah motif ramai seperti tokoh kartun, hewan lucu, atau bunga-bunga, pilih dari benda-benda yang bisa diganti dengan mudah saat si anak sudah bertambah besar, misalnya tirai, sprei, atau karpet.

 

Skema Warna dan Perilaku Anak


sumber : minimalisxrumah.com

 

Jika Anda ingin menciptakan skema warna khusus di kamar anak, pastikan mengetahui pengaruh warna tertentu terhadap perilaku anak. Berikut contoh-contoh ilustrasinya:

  • Kuning

Kuning biasanya dianggap sebagai warna ceria yang cocok untuk anak-anak. Tetapi, terlalu banyak warna kuning cerah akan memecah konsentrasi dan bahkan membuat anak gelisah. Jika ingin mendapat efek menenangkan, pilih warna kuning muda. Anda bisa menggunakan kuning cerah sebagai aksen, bukan warna utama.

  • Biru

Secara umum, biru adalah warna yang menyejukkan. Warna ini cocok untuk anak yang sering gelisah, memiliki kepribadian meledak-ledak, atau sering susah tidur. Akan tetapi, biru bukan warna yang cocok untuk anak yang cenderung mudah depresi atau sedih. Anda bisa mengurangi efeknya dengan memadukan sedikit warna “hangat” di antara biru, misalnya merah tua atau jingga.

  • Merah

Merah sebagai warna utama di kamar tidur kini menjadi tren, namun mungkin kurang cocok untuk anak-anak. Warna ini memiliki kesan agresif dan bisa memecah konsentrasi, terutama untuk anak yang sulit berfokus. Gunakan warna ini hanya sebagai aksen, bukan skema warna utama.

  • Hijau

Hijau merupakan salah satu warna terbaik untuk kamar anak. Warna ini diasosiasikan dengan daun, pohon, dan alam, sehingga erat kaitannya dengan hal-hal yang “hidup”. Akan tetapi, warna ini juga memberi efek menenangkan dan tidak terlalu menyolok. Anda bisa menggunakan berbagai gradasi warna hijau sebagai skema warna utama.

  • Merah muda

Merah muda, terutama yang berwarna lembut, memiliki efek menenangkan untuk kamar anak. Walau warna ini identik dengan anak perempuan, Anda juga bisa menerapkan merah muda sebagai aksen di kamar anak lelaki. Akan tetapi, warna ini cenderung kehilangan popularitas ketika si anak semakin besar. Anda mungkin harus mengecat ulang kamar yang berwarna merah muda saat si anak sudah besar.

 

Memilih warna untuk kamar anak membutuhkan pertimbangan serius. Pastikan memilih warna paling tepat yang akan membuat si kecil nyaman. Sebagai tambahan, jangan lupa melindungi rumah dengan asuransi ASRI dari ACA.

 

(pui)